Background

Misteri Gunung Padang

CIANJUR - Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) hari ini akan mengungkap sejumlah misteri yang tersimpan di balik situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Tim selesai melakukan ekskavasi dan pengupasan situs megalitikum Gunung Padang.

Ketua tim Arkeologi TTRM, Ali Akbar, membenarkan hal tersebut. Pihaknya mengaku akan menginformasikan hasil dan perkembangan riset yang dilakukannya bersama tim nasional selama sepekan.

“Informasi yang kami lakukan ini hasil bersama tim nasional selama seminggu ini, dari awal mula kami melakukan ekskavasi dan pengupasan situs megalitikum Gunung Padang ini,” jelasnya.

Proses ekskavasi dan pengupasan Gunung Padang tidak mengalami kendala. Lereng timur dan lereng utara Gunung Padang menjadi lokasi penelitian dan ekskavasi lanjutan TTRM.

“Semuanya berjalan lancar dan aman. Karena itu penyampaian hal-hal yang baru akan diinformasikan secara bersamaan,” ujarnya.

Ali mengungkapkan, di kedua lereng tersebut terdapat struktur buatan manusia yang dibangun sekira tahun 500 Sebelum Masehi (SM).

Selain itu, TTRM akan terus menelusuri struktur yang usianya lebih tua, yakni sekira 5900 SM. Struktur tersebut telah ditemukan oleh TTRM saat melakukan ekskavasi di lereng timur pada Februari 2013.

“Struktur di kedua lereng itu berupa susunan terap atau terasering yang menjadi badan dari situs Gunung Padang. Ditemukan juga semacam adonan yang disebut sebagai semen purba,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan, mengaku, pihaknya telah mempersiapkan pengkajian khusus terkait situs Gunung Padang. Kajian tersebut akan membahas rencana Pemkab Cianjur terhadap Gunung Padang.

“Penelitian memang dikelola pusat, tapi kajian kami lebih kepada perencanaan bagaimana Gunung Padang nantinya. Kami sudah persiapkan beberapa dinas di Kabupaten Cianjur untuk melakukan pengkajian setelah Gunung Padang direstorasi,” cetusnya.

Kata Tedi, rencana Pemkab Cianjur melakukan pengkajian bukan tanpa alasan. Sebab, Gunung Padang selain merupakan cagar budaya, juga masih menjadi tujuan wisata. Padahal status situs tersebut belum menjadi objek daerah tujuan wisata (ODTW).

“Mungkin saja situs ini nantinya akan seperti Candi Borobudur setelah adanya kejelasan status. Di luar zona inti akan ada zona pengembangan yang akan didirikan penunjang wisata. Akan ada fasilitas umum dan fasilitas khusus serta mungkin juga infrastruktur yang dibenahi,” bebernya.

“Kami akan membuat tata tertib pengunjung yang teknisnya 10 atau 20 orang bergantian naik ke puncak Gunung Padang. Pengaturan naik turun juga akan diatur tidak satu pintu,” pungkasnya.

Leave a Reply